Produksi Berlebih Adalah Pemborosan Dalam 9 Wastes

Bisajadi.my.id – pembahasan kali ini mengenai pemborosan atau waste yang berkaitan tentang produksi. Dimana jika suatu perusahaan salah memperhitungkan tentang total produksi mereka, maka aka terjadinya produksi berlebih atau over production.

Apa itu Produksi Berlebih

Dalam proses produksi, tentu tidak boleh sembarangan membuat produk tanpa adanya perintah produksi. Perintah produksi ini berasal dari divisi PPIC, selaku penanggung jawab pembuat rencana produksi. Lalu bagaimana dampaknya jika produksi tidak sesuai dengan rencana yang ditetapkan oleh PPIC?

Tentu saja dampaknya berupa kerugian bagi perusahaan. Bisa saja divisi produksi membuat produk tidak sesuai dengan permintaan pelanggan. Divisi produksi bisa membuat produk yang salah, baik berupa jenis produknya maupun jumlahnya. Hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis perusahaan, karena divisi produksi bisa membuat produk tidak sesuai dengan permintaan pelanggan.

PPIC adalah divisi yang menjembatani antara pihak marketing dengan pihak produksi yang membuat produk. Di sisi lain, PPIC harus tepat dan benar dalam membuat suatu rencana produksi atau jadwal produksi. Sedangkan secara prosedur, divisi produksi harus membuat produk sesuai dengan jenis dan jumlah yang ditetapkan oleh PPIC.

Terkadang sering dijumpai bahwa divisi produksi membuat produk dilebihkan jumlahnya. Alasan divisi produksi melebihkan jumlah produksinya adalah untuk berjaga – jaga jika suatu saat terjadi masalah downtime dan breakdown pada mesin produksi. Istilahnya divisi produksi membuat “tabungan output produksi”. Ini artinya divisi produksi melebihkan jumlah produksi, sedangkan hal ini tidak dibenarkan.

Misalnya saja PPIC meminta divisi produksi untuk membuat produk A dengan jumlah sebanyak 100 pcs. Namun divisi produksi melebihkan outputnya sebanyak 110 pcs untuk cadangan. Berarti yang 10 pcs adalah sebuah pemborosan, karena tidak ada dalam rencana produksi. Bisa dibayangkan jika 10 pcs tersebut tidak jadi dibeli oleh pelanggan, tentu saja akan menimbulkan kerugian baik tenaga, waktu, dan biaya.

Oleh karena itu, produksi yang berlebih termasuk dalam kategori pemborosan 8 Wastes. Dalam bahasa Inggris, produksi yang berlebih disebut sebagai “over production“. Hal ini harus dihindari, karena merupakan suatu kegiatan yang sia – sia.

Tinggalkan komentar